Tumbang di Musim Pancaroba, Bagaimana Mencegahnya?

 

  • Peralihan musim dan perubahan cuaca yang ekstrim membuat sistem kekebalan tubuh menurun dan membuat kita jadi mudah terserang penyakit di musim pancaroba.

  • Risiko penyakit saluran pernapasan seperti flu dan ISPA serta penyakit lainnya seperti demam berdarah meningkat di masa ini.

  • Pencegahan terbaik dapat dilakukan dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dan memperbaiki faktor-faktor eksternal yang dapat dikendalikan seperti menjaga kebersihan lingkungan.

Memasuki musim pancaroba, kita terpaksa harus beradaptasi dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrim, di mana pada pagi siang hari bisa panas terik, namun ketika sore dan malam hari turun hujan secara lebat, atau sebaliknya. Pada musim seperti ini, tubuh kita dipaksa untuk menyesuaikan kondisi udara dan temperatur yang berubah-ubah. Tak hanya itu, di musim seperti ini juga menjadi waktu yang disukai virus dan bakteri untuk berkembang biak dengan cepat. Hal ini mengakibatkan beberapa orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah akan mudah terserang berbagai macam penyakit, terutama untuk bayi dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna.

 

 

Jangan menganggap remeh perubahan cuaca ekstrim ini, karena berbagai jenis penyakit dapat dengan mudah menyerang kita. Penyakit yang paling sering dijumpai di masa pancaroba seperti saat ini adalah Demam Berdarah Dengue atau DBD, yang disebabkan oleh nyamuk. Jelas saja, hal ini dapat terjadi karena nyamuk lebih mudah untuk berkembang biak ketika musim hujan dan kelembapan tinggi, apalagi jika sampai ada genangan. Biarpun memiliki gejala yang mirip dengan demam biasa, namun jika terserang komplikasi DBD, risikonya bisa sampai merenggut nyawa. Selain DBD, tidak kalah populernya adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh berbagai jenis mikroogranisme seperti virus, bakteri, jamur atau parasit dan flu yang disebabkan oleh virus influenza.

Tidak hanya penyakit di atas, berbagai jenis penyakit lainnya juga dapat terjadi karena peningkatan jumlah bakteri dan virus yang ada di sekitar kita di tengah tidak menentunya cuaca. Bersamaan dengan menurunnya daya tahan tubuh, kita jadi lebih mudah terserang penyakit.

 

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan setidaknya dua hal utama di masa pancaroba ini. Pertama, menjaga kesehatan dan imunitas tubuh dengan cara memastikan bahwa asupan yang kita konsumsi sehat dan bergizi, banyak minum air, tidur yang cukup, dan mengkonsumsi multivitamin. Kedua, sebisa mungkin, kendalikan faktor-faktor eksternal yang dapat kita perbaiki, seperti menjaga kebersihan lingkungan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita upayakan untuk menjaga diri dari serangan penyakit di musim pancaroba:

  • Menjaga tingkat kelembapan ideal di dalam ruangan untuk mencegah pertumbuhan jamur, virus dan bakteri. Secara alami, Indonesia merupakan negara tropis yang cenderung lembap, terlebih lagi di musim hujan, tingkat kelembapan otomatis meningkat. Kondisi udara dengan tingkat kelembapan yang tinggi adalah tempat ideal untuk perkembangbiakan mikroorganisme berbahaya seperti bagi manusia seperti kuman, virus, bakteri dan jamur. Untuk mengurangi kadar air di udara, salah satu cara terbaik adalah menggunakan alat penyerap lembap atau dehumidifier berkualitas seperti Albert dari Stadler Form yang tangguh dan memiliki kemampuan dehumidifikasi tinggi.

 

  • Hindari genangan air di dalam atau luar rumah yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk penyebab demam berdarah untuk berkembang biak. Lebih baik lagi, jaga agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dan pintu. Kemudian, gunakan pembersih udara dalam ruangan tertutup untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Selain untuk menangkap virus dan bakteri dari udara, pembersih udara juga memberikan banyak manfaat lainnya bagi kesehatan, misalnya menghilangkan polusi dan berbagai penyebab alergi seperti debu, dander binatang dan serbuk sari dari udara. Berbagai jenis pembersih udara tersedia di toko, tapi pilihlah pembersih udara berkualitas yang ahli dalam melaksanakan tugasnya, seperti Blueair dengan teknologi HEPASilent™ yang dapat menyaring 99,97% partikel debu, virus, bakteri dari udara hingga berukuran 0,1 mikron.

 

  • Bijak dalam memilih asupan yang kita konsumsi untuk menjaga imunitas tubuh. Pilih makanan yang bergizi, bernutrisi dan tinggi vitamin. Hal ini juga perlu didukung dengan banyak minum air putih yang jelas sumbernya. Pilihlah air minum yang bersih dan bebas dari kandungan berbahaya dan bebas kontaminasi seperti bakteri dan mikroplastik. Tanpa repot membeli air minum dalam kemasan yang memiliki risiko kontaminasi mikroplastik, kini mendapatkan air minum dapat diperoleh semudah membuka keran dengan bantuan filter air minum canggih berbasis teknologi reverse osmosis yang dapat menyaring kontaminan hingga 0,1 nano meter seperti Waterdrop G3 RO Filtration System.

Share: