Kulit Gatal Karena Alergi Tungau Debu? Begini Cara Mengatasinya

cara mengatasi kulit gatal

  • Gatal-gatal bisa saja merupakan gejala dari alergi

  • Kotoran tungau debu mengakibatkan alergi, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan

  • Kelembaban udara tinggi dan banyaknya debu sangat kondusif untuk tungau debu hidup

  • Solusinya adalah dengan menurunkan kelembaban udara sampai batas ideal, membersihkan debu, mencuci karpet, gorden, dan tempat tidur secara teratur

Gatal-gatal terasa seperti gangguan yang remeh, cukup digaruk dan semuanya selesai. Namun demikian, tahukah Anda bahwa gatal bisa jadi adalah pertanda sesuatu yang lebih serius?

Penyebab kulit gatal bermacam-macam, ada yang disebabkan karena alergi, baik alergi kosmetik, makanan atau minuman, bisa juga dari obat.

Kulit gatal juga dapat dipicu karena faktor lingkungan seperti penggunaan AC yang dapat menyebabkan udara dan kulit kering.

Kebersihan ruangan juga sangat berperan atas gatal-gatal dan alergi, paling tidak, karena ruangan yang kurang bersih merupakan habitat ideal untuk tungau debu berkembang biak.
 

 

Apa itu tungau debu? Tungau debu merupakan hewan berukuran sangat kecil, yaitu 0,2-0,3mm, sehingga hanya dapat terlihat melalui mikroskop. Tungau debu hidup di tempat yang berdebu, lembab dan hangat pada tingkat kelembaban udara tinggi (75%-80% RH).

Biasanya, tungau debu bersarang di furnitur dan peralatan rumah tangga, utamanya yang menyerap moisture dan keringat, seperti kasur, bantal, sofa, guling, gorden, hingga sprei.

Binatang ini berkembang biak begitu pesat, dimana tungau betina dapat bertelur 1-3 butir setiap hari dan tiap butirnya menetas hanya dalam 6-12 hari.

Di satu tempat tidur saja bisa terdapat 100.000 sampai dengan 10.000.000 tungau, maka Anda bisa membayangkan seberapa banyak dan cepatnya tungau berlipat ganda.

Perabotan dan alat-alat rumah tangga sering menjadi sarang debu dan penuh dengan sel kulit mati, utamanya yang terletak di sekitar tempat tidur.

Jika tungau debu mendapat air dari menyerap kelembaban udara, binatang ini hidup dengan memakan debu dan kotoran disekitarnya. Setiap harinya, manusia mengeluarkan 0,5-1 gram sel kulit mati, dan sel kulit mati ini kemudian bercampur dengan debu.

Sebanyak 0,25 gram debu saja cukup untuk memberi makan ribuan tungau selama berbulan-bulan. Lebih lanjut, hewan tak kasat mata ini kemudian menghasilkan kotoran yang mengandung enzim.

Enzim ini dapat memicu reaksi alergi terutama kepada orang hipersensitif, berupa gatal-gatal, rhinitis, sampai asma. Diperkirakan, tungau debu bertanggung jawab atas hampir 80% pemicu kasus gangguan pernapasan di seluruh dunia.

 

Baca Juga: Waspadai Bahaya Jamur Dalam Ruangan

 

Kelembaban udara diatas 65% RH menandakan kandungan air pada udara tinggi atau lembab, sehingga tungau debu mendapat cukup air untuk hidup dan berkembang biak.

Sebaliknya, pada kelembaban udara dikisaran di bawah ideal atau kering (<45%RH), kandungan air pada udara rendah, sehingga secara otomatis mengurangi populasi tungau debu.

Tingkat kelembaban udara ternyata menentukan kualitas udara sehingga mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan manusia.

Semakin tingginya tingkat kelembaban udara, dan diperburuk dengan rendahnya kualitas kebersihan, maka akan semakin banyak tungau debu berproliferasi, sehingga risiko terkena alergi dan penyakit-penyakit lainnya pun semakin besar.

Ironisnya, masih banyak orang yang tidak menyadari betapa pentingnya kelembaban udara dan kebersihan bagi kesehatan mereka.

Kebanyakan tungau debu lebih mempengaruhi anak-anak dan orang tua karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang atau lemah dan sangat rentan.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan di dalam rumah agar daya tahan tubuh kuat dan terhindar dari penyakit.

Selain itu, meluangkan waktu lebih banyak di dalam ruangan menjadi alasan yang tepat untuk lebih fokus menjaga tempat tinggal kita dari debu demi kenyamanan dan kesejahteraan.

Pada sebagian besar kasus, tungau debu tidak mungkin sepenuhnya dapat dihilangkan dari rumah. Namun, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan paparan alergi dari tungau debu dan alergen lainnya, dengan cara sebagai berikut ini.

 

    1. Jaga kelembaban tetap rendah (ideal)

menjaga kelembaban udara

Dehumidifier (alat penyerap udara lembab) dapat membantu menjaga kelembaban udara tetap rendah (ideal). Dehumidifier mengurangi kelembaban udara di ruangan dengan menyerap uap air di udara melalui proses kondensasi, dimana air yang diserap dari udara ditampung dalam suatu wadah (tangki). Jika tingkat kelembaban dijaga rendah, maka tungau debu tidak dapat hidup dan berkembang biak.

 

    2. Pasang alat pembersih udara di ruangan

Kamar tidur adalah fokus tempat yang perlu diperhatikan. Tungau debu dan kotorannya merupakan polutan partikel di udara (mikroskopis) yang dapat beterbangan ke ruangan yang lain dan cukup ringan sehingga dipastikan keberadaannya di udara cukup lama.

Dengan menggunakan alat pembersih udara, tungau debu dan kotorannya akan terjebak di dalam filter yang dapat menangkap dan menampung partikel mikroskopik hingga ukuran 0,1 mikron.

 

    3. Gunakan steam cleaner dan vacuum cleaner untuk membersihkan ruangan

Selain mengurangi kelembaban udara dan membersihkan udara dari polutan, membersihkan perabot rumah dan lantai dengan alat yang tepat juga penting untuk menghilangkan tungau debu.

Oleh karena tungau debu tidak dapat bertahan di atas suhu 20°C, gunakan steam cleaner yang mampu menyemburkan uap panas hingga 160°C dapat dengan seketika membunuh mereka.

Namun, disarankan pula untuk menggunakan Vacuum cleaner agar debu dan tungau dapat di"angkat" dengan lebih sempurna.

 

    4. Cuci sprei dan kain dengan air panas

Tungau debu bertahan hidup dengan memakan sisa-sisa kulit di kain yang Anda gunakan. Untuk memotong sumber makanan mereka, Anda dapat mencuci sprei, sarung bantal, dan gorden Anda dengan air panas, sekitar 50°C. Pencucian dengan air panas akan membunuh tungau.

 

    5. Mengurangi sumber debu

Tungau debu berkembang biak di tempat yang berdebu. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda mengurangi tumpukan barang-barang seperti pernak-pernik, hiasan meja, koleksi buku, majalah dan koran yang tidak terpakai, karena dengan menyingkirkan barang-barang tersebut berarti mengurangi sarang tungau.

 

Sebagai kesimpulan, menjaga kebersihan ruangan dan memastikan agar tingkat kelembaban udara di dalam ruangan tetap ideal adalah cara terbaik untuk mencegah alergi akibat tungau debu.

Menggunakan dehumidifier dapat memutus siklus hidup tungau. Selain itu, pemakaian alat pembersih udara dapat mengatasi masalah akibat polutan partikel mikroskopik berupa kotoran tungau di udara.

Terakhir, mencuci sprei dan kain dengan air panas dan menyingkirkan sumber debu dapat mencegah tungau debu untuk berkembang biak.

 

SOLUTIONS


Share: