1000 Hari Pertama - Peluang Perkembangan Anak

  • Jakarta ditetapkan sebagai kota dengan polusi terbanyak
  • Anak-anak yang berada di kelompok rentan bisa terdampak karenanya
  • Langkah pencegahan efek permanen polusi, kepada anak

Akhir-akhir ini, warga Jakarta geger. Ibu Kota Negara ini, dinominasikan menjadi kota paling berpolusi di dunia. Memang bukan hal yang baru, jika warga Jakarta selalu berjibaku dengan polusi. Ini merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh warga di kota besar. Namun, untuk menjadi kota dengan polusi terbanyak di dunia tetap saja mengagetkan khalayak umum.

Polusi sudah jelas sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Terutama, mereka yang masih berada di bawah umur. Alias anak-anak. Tak jarang, ilmuwan dengan berbagai gelar melakukan studi tentang ini. Beberapa menjelaskan, polusi udara menjadi penyebab utama kematian 920.000 anak di bawah 5 tahun (balita). Mereka terjangkit penyakit asma, bronchitis, dan penyakit pernapasan lainnya.

 

 

Ini terjadi, karena balita masuk di kelompok rentan. Sistem imun di tubuh mereka, belum terbentuk sepenuhnya. Berbagai organ yang ada di dalam tubuhnya, masih berada dalam perkembangan. Paru-paru merupakan salah satunya. Para balita di Jakarta, menghirup lebih banyak udara kotor. Mengingat, saat ini, jumlah polusi di Jakarta dianggap paling tinggi. Sedangkan para balita menghirup udara lebih banyak ketimbang berat badan tubuhnya. Artinya, setiap hari, mereka menghirup polutan lebih banyak. Jika dibandingkan dengan orang dewasa.

            Itu baru apa yang terjadi di paru-paru. Para peneliti baru-baru ini muncul dengan penemuan yang lebih mebgkhawatirkan. Tidak hanya menyerang paru-paru, polusi juga menyerang tumbuh kembang otak si kecil. Pengaruh tersebut, bisa berdampak panjang kepada masa depan anak.

            Aksi preventif perlu dilakukan. Untuk mencegah efek polusi kepada otak anak, menjadi permanen. Salah satunya, adalah dengan mempedulikan tumbuh kembang si kecil. Terutama, pada masa-masa emas pertumbuhannya di 1000 hari pertama tumbuh kembangnya. Masa-masa tersebut, terjadi tidak hanya ketika anak pertama kali lahir di dunia. Tapi, mulai dari pertama kali mereka berada di kandungan sang ibu. Hingga si kecil berada di umur 2 tahun.

 

 

Pada 1000 hari tersebut, otak mulai berkembang untuk memproses visual dari gambar-gambar. Tidak hanya itu, otak mereka juga mulai memproses suara yang masuk melalui pendengarannya. Pada masa kritis tersebut, anak juga mulai mengenal dan mengingat bahasa dan wajah yang ada disekitarnya.

            Aksi preventifnya dilakukan dengan memberikan nutrisi yang tepat. Bukan hal yang baru, jika ibu hamil dan anak selalu diperhatikan nutrisinya. Dengan nutrisi yang tepat, mereka bisa berkembang dengan prima. Anak menjadi tidak gampang sakit, dan tumbuh menjadi orang yang mudah belajar.

            Mengurangi pemaparan awal terhadap polusi udara juga menjadi langkah prefentif lainnya. Tidak hanya menyempurnakan tumbuh kembang si kecil. Pengurangan pemaparan polusi kepada anak, juga mengurangi resiko anak mendapatkan penyakit di masa-masa mendatang. Pada pernapasan misalnya, mereka tidak akan terkena asthma apalagi pneumonia. Jantung mereka, juga menjadi jantung yang sehat. Sedikitnya pemaparan polusi kepada anak, juga mengurangi kemungkinan terjangkitnya bronkitis semenjak dini. 

 

 

Mengurangi aktifitas di luar ruangan. Merupakan salah satu strategi yang bisa dilakukan warga Jakarta. Terutama, di 1000 hari perkembangan si kecil. Tapi, itu kemudian tidak memberikan jaminan si kecil akan menghirup udara yang berkualitas. Selain polusi, si kecil juga sangat sensitif dengan polutan yang ada di dalam ruangan. Seperti bulu hewan peliharaan yang beterbangan, asap rokok, hingga serbuk sari dari bunga yang terbawa dari luar.

Polutan tersebut, tidak hanya berbahaya bagi si kecil. Tapi juga bagi mereka orang dewasa yang memiliki alergi. Bayangkan, jika polutan yang bisa merubuhkan sistem imun orang dewasa tersebut, masuk ke anak-anak. Efeknya pun, pasti akan berkali-kali lebih besar.

Karena itu lah, butuh tindakan tegas dalam melindungi 1000 hari pertumbuhan si kecil. Mengurangi anggota keluarga merokok di dalam ruangan merupakan salah satunya. Minimalisir penggunaan bahan kimia di serkitar ruangan. Seperti cairan pembersih ruangan, pembunuh serangga, hingga pewangi ruangan. Jika itu saja tidak cukup, memang diperlukan langkah lebih pasti untuk melindungi si kecil. Dengan menggunakan pembersih udara di dalam ruangan. Alat tersebut, akan bekerja secara aktif untuk membersihkan ruangan dari berbagai polutan. Tanpa adanya kegiatan ekstra untuk membersihkan udara.

 

SOLUTIONS


Share: