Penularan Covid-19 Lewat Udara, Droplet dan Kontak Permukaan, Mana Yang Paling Berisiko?

  • Tidak seperti dugaan sebelumnya, studi-studi terbaru menemukan bahwa diantara 3 cara penularan SARS-CoV-2, yaitu melalui kontak, droplet dan aerosol, ternyata penularan secara aerosol juga sangat berisiko tinggi.

  • Hal ini dikarenakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat beterbangan luas dan lama di udara dan akan berakumulasi di dalam ruangan (indoors), terutama jika ventilasi tidak memadai.

  • Pembersih udara merupakan solusi yang tepat untuk menyaring virus dan polutan dari udara guna senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan di rumah maupun di tempat kerja.

 

Pada awal pandemi Covid-19, Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersikeras menyatakan bahwa penularan virus SARS-CoV-2 tidak tergolong dalam kategori airborne (lewat udara). Saat itu banyak yang beranggapan bahwa transmisi utama virus SARS-CoV-2 adalah melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi oleh virus, sehingga nasihat pencegahan yang paling sering disarankan adalah dengan mencuci tangan secara rutin dan menghindarkan kontak tangan dengan mata, hidung dan mulut. Berkat adanya lapisan pelindung yang dinamakan lipid membrane, virus SARS-CoV-2 diperkirakan dapat bertahan cukup lama di luar inang (host), yaitu 8-12 jam di atas kain dan kertas, 24-48 jam di permukaan stainless steel dan plastik.

Namun, ternyata lapisan lipid membrane hanya dapat bertahan selama 5 menit diatas kulit manusia. Hal ini berarti seseorang perlu menyentuh mata, hidung dan mulut dalam waktu singkat setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi untuk dapat tertular oleh virus SARS-CoV-2.

Physical distancing (menjaga jarak) dan menggunakan masker juga sering dianjurkan, karena secara tepat, ilmuwan dan pakar kesehatan menyimpulkan bahwa virus SARS-CoV-2 dapat ditularkan melalui droplet (terbawa percikan air liur), terutama jika ada yang bersin, batuk atau berbicara keras saat berdekatan. Dikarenakan bobot dan ukuran, percikan droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan lama di udara dan dengan relatif mudah dihindarkan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker saat berdekatan dengan orang lain.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak penemuan-penemuan baru yang justru menyimpulkan bahwa sebenarnya, transmisi SARC-CoV-2 juga berisiko tinggi melalui aerosol (percikan cairan halus) yang dapat “mengambang” di udara dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga bisa menyebar luas.

Mengingat bahwa kita menghabiskan sekitar 90% waktu sehari-hari di dalam ruangan, penyebaran virus melalui udara terutama di ruangan tertutup (indoors) menjadi sangat berbahaya.

Dengan semakin dipahaminya cara penularan virus SARS-CoV-2 berisiko tinggi, secara aerosol maupun droplet, melalui udara, maka disamping anjuran dan protokol kesehatan yang telah dikemukakan, para pakar kesehatan saat ini juga menganjurkan ventilasi dan penggunaan pembersih udara untuk mengurangi jumlah virus yang beterbangan di dalam ruangan (indoors).

 

Pastikan ruangan aman, bersih bebas dari virus

Menjaga kebersihan ruangan termasuk perabot/benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, permukaan meja, tombol lift, dan lainnya, hanya efektif membersihkan virus di permukaan saja, sedangkan virus yang beterbangan di udara hanya bisa dikendalikan konsentrasinya dengan ventilasi yang memadai, atau dengan menggunakan alat pembersih udara.

Pemilihan pembersih udara pun juga harus tepat. Pilihlah pembersih udara yang menawarkan hasil udara bersih yang sesuai dengan ukuran ruang dan telah diverifikasi oleh badan independen yang dapat dipercaya. Perhatikan juga teknik penyaringan yang digunakan, apakah memadai dan cukup efektif membunuh virus dan bakteri di udara, karena banyak produk yang mengklaim mampu namun sebenarnya belum terbukti ampuh.

Blueair, pembersih udara dari Swedia, merupakan salah satu pembersih udara yang menyaring partikel hingga berukuran 0.1 mikron (termasuk virus) dengan memadukan teknologi HEPASilent dengan elektrostatik yang canggih, efektif menyaring virus dan bakteri dalam waktu kurang dari 60 menit. Virus dan bakteri yang telah diberi ion-charged akan mudah menempel pada saat melewati serat filter yang tipis, sehingga udara yang keluar bersih bebas kuman dan tetap beraliran tinggi.

Material filter yang bersifat hidrofobik, tidak menyerap air sehingga filter tetap kering, hal ini mencegah virus dan bakteri yang sudah dilumpuhkan, aktif kembali di lapisan filter dan terbawa aliran udara keluar. Udara di ruangan bersih dan sehat sehingga menurunkan risiko penularan virus.

 

SOLUTIONS

 

 

 

 
 
 
 

 

Share: