4 Solusi Mengatasi Masalah Udara di Rumah

anak dan ibu bercakap di dapur

Udara yang kotor dan menjadi tempat berkumpulnya virus serta bakteri jahat yang mengancam keluarga. Menurut data dari Air Visual, hari ini Jakarta menempati posisi pertama sebagai kota paling berpolusi di antara kota-kota besar di dunia, dengan AQI (Air Quality Index) sebesar 183. Inilah saatnya kita mengambil peran, dengan cara mengatasi berbagai masalah udara di dalam rumah kita sendiri demi kesehatan seluruh anggota keluarga. Mulailah dengan mengenali masalah udara bagaimana yang ada di dalam rumah kita, karena setiap masalah memiliki cara penanganannnya sendiri. Nah, apakah Anda mengalami masalah seperti berikut?

1. Udara terkontaminasi asap rokok

Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga yang merokok, tentu udara akan menjadi terkontaminasi dan sangat berbahaya bagi tubuh. Sayangnya, berhenti merokok tidak semudah membalikkan telapak tangan. Membuka jendela mungkin bisa menjadi salah satu solusinya, namun sisa-sisa dari asap rokok masih bisa terhirup oleh paru-paru kita. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan Air Purifier yang berfungsi membersihkan udara kotor. Air purifier akan menyerap udara di sekitarnya dengan kipas, lalu udara kotor akan ditangkap oleh filter untuk disaring sehingga menghasilkan udara bersih.

2. Kulit dan tenggorokan selalu terasa kering

Apakah kulit Anda sering terasa kering setiap bangun tidur? Jika ya, hal tersebut bisa disebabkan oleh pemakaian AC yang membuat udara di dalam ruangan menjadi sangat kering. Udara yang terlalu kering mengakibatkan bibir pecah-pecah, rambut dan mata kering, mendengkur, serta asma karena mengganggu saluran pernapasan. Bakteri juga lebih mudah berpindah dan memenuhi ruangan ketika kondisi terlalu kering. Hal ini menyebabkan keluarga kita sering batuk kering dan bersin. Kita bisa mengurangi penggunaan AC pada siang hari, namun lebih sulit pada malam hari karena udara yang sejuk membantu tidur kita lebih nyenyak. Solusi yang disarankan adalah dengan menggunakan air humidifier atau pelembab udara. Cara kerjanya adalah mengubah air dalam tangki humidifier menjadi uap. Uap air yang dihasilkan akan disebarkan ke udara yang kering sehingga tingkat kelembaban ruangan tersebut menjadi normal.

3. Banyak jamur dan tungau di dalam rumah

Bertumbuhnya jamur, banyaknya tungau, bercak air di dinding, wallpaper atau cat dinding mengelupas, bau apek, dan pengap merupakan ciri-ciri ruangan yang terlalu lembab. Ruangan yang terlalu lembab juga berdampak buruk bagi kesehatan, seperti batuk dan asma. Kita dapat mengurangi kelembaban dengan memastikan sinar matahari bisa masuk dan cukup untuk ruangan di rumah. Cara lainnya yang lebih ampuh adalah dengan memasang alat penyerap kelembaban atau dehumidifier. Dehumidifier bekerja dengan cara menarik udara masuk dan menahannya di dalam mesin, lalu mengeluarkan udara kering yang hangat. Biasanya alat ini digunakan agar perabotan di rumah tidak cepat rusak akibat terlalu lembab.

Udara yang bersih ditambah dengan tingkat kelembaban normal mengindikasikan kualitas udara yang baik. Bila Anda ingin memberikan sentuhan khusus untuk rumah Anda, Anda juga bisa mencoba meletakkan aroma diffuser untuk membantu menyegarkan ruangan. Molekul kecil dari beberapa tetes essential oils akan disebar oleh alat ini dan dapat masuk ke dalam tubuh kita. Inilah alasan mengapa aroma diffuser juga banyak dicari, karena aroma pada essential oil mampu memberikan relaksasi, bahkan sampai meredakan penyakit ringan seperti batuk dan pilek, tergantung dari bahan pembuatan oil itu sendiri. Sebagai contoh, essential oil lemongrass dapat mengurangi stress dan rasa mual.

Keempat solusi di atas dijamin akan membuat rumah Anda semakin nyaman dan pastinya aman untuk ditinggali, karena kualitas udara yang semakin baik.

SOLUTIONS


 
 
 
 

Share: